Isu-isu yang disampaikan oleh utusan West Papua dalam rapat di Komisi Luar Negeri Parlemen Belanda.




Isu-isu yang disampaikan oleh utusan West Papua dalam rapat di Komisi Luar Negeri Parlemen Belanda:

==============================

a. Pertama 

Mereka meminta Pemerintah         Belanda bertanggung jawab sebagai bekas negara penjajah. Hal ini terkait dugaan pelanggaran HAM dan pengambilan sumber daya alam di Papua, terutama setelah wilayah yang dulu disebut West Nederlands Nieuw-Guinea menjadi bagian dari Indonesia.


b. Kedua,

Mereka meminta penjelasan dari Belanda tentang proses masuknya Papua ke Indonesia. Hal ini juga dibahas dalam Drooglever Report, yang menjelaskan peran Belanda dalam proses tersebut.


c. Ketiga,

Mereka mengkritik Belanda karena menjual senjata (alutsista) ke Indonesia. Selain itu, mereka juga menyoroti kerja sama investasi yang dianggap merusak lingkungan dan alam di Papua.


4. Keempat,

Mereka meminta Belanda untuk menekan Indonesia agar membuka akses bagi PBB, khususnya Komisioner Tinggi HAM PBB, untuk datang ke Papua. Kunjungan ini sebelumnya terhambat oleh pihak Indonesia.


Dalam rapat ini, hadir perwakilan dari empat partai politik di Parlemen Belanda. Delegasi dari Papua dipimpin oleh Benny Wenda, yang menjabat sebagai Presiden Pemerintah Sementara United Liberation Movement for West Papua.


Dipublikasikan oleh:

Buchtar Tabuni (Ketua West Papua Council / PS-ULMWP

 

Komentar