KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB) KONSUL INDONESIA WILAYAH GORONTALO, MENGUCAPKAN SELAMAT YANG KE-16 KEPADA KNPB PUSAT.
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB)
KONSUL INDONESIA WILAYAH GORONTALO, MENGUCAPKAN SELAMAT YANG KE-16 KEPADA KNPB PUSAT.
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Perayaan HUT (KNPB) di gelar pada pukul 18:00 waktu Indonesia tengah (WIT) bertempat di sekretariat (KNPB), JLN taman hiburan 2, Kel,wingaditi, kec, kota Utara, kota Gorontalo, provinsi, Gorontalo.
Dalam Kegiatan HUT (KNPB) yang ke-16 ini (KNPB) wilayah Gorontalo melakukan evaluasi gerakan selema periode satu tahun. Dalam evaluasi gerakan ketua umum (KNPB) Joni Kogoya, mengundang, seluruh elemen organisasi mahasiswa Papua yang berada di provinsi Gorontalo, dan liga mahasiswa Indonesia untuk demokrasi (LM-ID) untuk melakukan evaluasi gerakan (KNPB) untuk kedepannya. Dalam agenda berlangsung semua ketua - ketua organisasi di berikan kesempatan untuk evaluasi gerakan sebelum dan gerakan untuk kedepannya.
Setelah evaluasi gerakan, di lanjutkan dengan foto bersama, dan kegiatan di tutup dengan pernyataan sikap.
Dalam agenda memperingati HUT (KNPB) yang ke-16 ini KNPB wilayah Gorontalo
Menyatakan sikap sebagai berikut.
1. Pemerintah Republik Indonesia stop adu domba masyarakat Papua dan masyarakat jawa dalam program transmigrasi
2. Tolak investor asing dan cabut proyek strategis nasional di atas tanah Papua
3. Elite politik Papua stop gadai tanah Papua demi kepentingan pribadi
4. Tarik militer organik dan non organik di atas tanah Papua
5. Tolak terosisme dan polda Papua segera ungkap pelaku pelemparan bom molotov di kantor jubi
6.Tolak pemilu tahun 2024
7. Lawan segala bentuk diskriminasi dan rasialisme di atas muka bumi
8. Meepago, lapago, Saireri, domberai, momberai, animha, mamta, tabi bukan tanah kosong
9. Segera tuntaskan pelanggaran HAM di atas tanah Papua
10. Tolak keras pada seluruh owp tidak memakai atribut negara West Papua saat kampanye politik
11. Pemerintah Papua harus bijak dalam menanggapi kebijakan pemerintah pusat yang merugikan masyarakat adat di Tanah Papua.
Demikian dan Terima kasih.
Gorontalo, 19 November 2024




Komentar
Posting Komentar
SY ISI