PEMERINTAH BISU PURA PURA TIDAK TAHU APA YANG TERJADI DI TANAH PAPUA.

 



PEMERINTAH BISU PURA PURA TIDAK TAHU APA YANG TERJADI DI TANAH PAPUA.

Pemerintah kehausan dengan jabatan perjuangan kemerdekaan West Papua abaikan pura-pura tidak melihat situasi kondisi yang terjadi kalangan rakyat. 

Kalau minta pemekaran buka mata lebar-lebar teriak dalam persidangan untuk mementingkan kepentingan perutnya sendiri tidak mementingkan rakyat hari ini rakyatmu korban oleh kolonialisme imperialisme militerisme yang sedang terjadi di tanah Papua Papua darurat bukan baik-baik saja. 

Maka dari itu buka mata lebar-lebar rakyat hari ini penderitaan di atas tanahnya sendiri pemerintah harus mengutamakan keselamatan rakyat bukan mengutamakan pemekaran provinsi kabupaten distrik dan desa ini hanya mendatangkan non orang Papua lebih banyak di mana menampung berbagai daerah yang datang di tanah Papua. 

Pemerintah kolonial bukan selamanya diberi kesempatan meluangkan waktu yang baik dan mendukung untuk generasi milenial terutama para pejuang yang hidup di dalam hutan karena mereka ini adalah menjaga aset alam Papua dan memimpin Tanah ini. 

Kalau pemerintah Papua punya mata melihat dengan baik dan menanggapi persoalan demi persoalan yang sedang ditimidasi demikian juga hari ini beberapa daerah sedan mengusir oleh TNI Polri sebagai pemimpin buka mata melihat rakyatmu lebih penting menyelamatkan daripada menghancurkan rakyat karena dipilih oleh rakyat. 

Ketika negara berdiri tanpa rakyat tidak ada artinya demikian pula dengan pemimpin pemerintah kolonial NKRI rakyatmu hari ini dijajah secara sistematis tersusun oleh kolonial Indonesia walaupun anda digajikan kaki tangan dari pusat adakah hati buat orang Papua .

Kami orang Papua butuh keselamatan daripada pembunuhan pembantaian yang terjadi di mana-mana sebagai pemimpin bijak berintegritas berwibawaan segera menanggapi persoalan demi persoalan yang terjadi seluruh tanah Papua. Jangan terdiam diri menikmati suatu tempat jangan pura-pura jadi bisu persoalan di intan jaya ,Ndunga,May Barat yahukimo lavago mepago sailer

Komentar