‎Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Jumat, 6 Februari 2026





 ‎Operasi Militer Indonesia Di Kembru Internet Dimatikan, Warga Sipil Mengungsi Ke Hutan Hingga Puncak Jaya, TPNPB: Indonesia Seharusnya Melindungi Para Pengungsi Bukan Meningkatkan Operasi Di Wilayah Pengungsi 

‎Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Jumat, 6 Februari 2026

‎Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

‎Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB bahwa aparat militer indonesia telah melakukan operasi secara besar-besaran melalui darat dan udara sejak 31 Januari 2026 hingga sekarang yang mengakibatkan terjadinya serangan bom di kampung-kampung di wilayah Distrik Kembru, Kabupaten Puncak. Serangan Bom yang terjadi pada 31 Januari lalu tepat berada di Distrik Kembru tepatnya wilayah pengungsian. Distrik Kembru adalah tempat pengungsian bagi masyarakat sipil yang terkena dampak konflik bersenjata antara TPNPB dengan militer pemerintah Indonesia dari Pogoma dan Distrik lainnya, Wilayah Kembru adalah akses utama bagi para pengungsi dari Pogoma menuju Bina dan Sinak untuk membeli kebutuhan makan bagi warga yang terkena dampak konflik.

‎Kampung Nilome, Kembru, Makuma, Tenoti, Kumikomo, Yigunggi, Gelegi, Aguit, dan Belaba pada tanggal 31 Januari lalu telah terjadi penyerangan yang dilakukan oleh aparat militer indonesia mengakibatkan terjadinya pengungsian, sementara dihari yang sama aparat militer indonesia memutuskan jaringan internet sejak hari Sabtu jam 07.00 hingga Minggu, 1 Februari 2026 sehingga warga sipil tidak dapat melaporkan kejadian dalam serangkaian serangan tersebut.

‎Sementara PIS TPNPB melaporkan dari Kabupaten Puncak Jaya pada hari ini bahwa aparat militer indonesia dari Pos Timobut, Kabupaten Puncak telah melakukan operasi berskala besar di seluruh wilayah Kabupaten Puncak sehingga masyarakat sipil banyak mengungsi ke Distrik Sinak dan Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya untuk mencari perlindungan sejak 22 Januari lalu.

‎Operasi militer yang terjadi di Distrik Kembru pada 22 Januari hingga sekarang mengakibatkan masyarakat sipil dari Kampung Kembru, Tenoti, Nilume dan Makuma mengungsi ke Distrik Yambi dan Sinak menyusul warga yang melarikan diri akibat operasi militer setelah aparat menjatuhkan bom melalui drone di pemukiman warga sipil dan tempat pengungsian di Kemburu. Sementara warga sipil dari Kampung Abuit, Belaba, Molu dan Aguit melarikan diri ke hutan belantara.

‎PIS TPNPB juga melaporkan lebih lanjut bahwa warga sipil yang mengungsi akibat operasi militer di Kabupaten Puncak terpaksa meninggalkan banyak orang sakit di wilayah pengungsian di Kemburu dan melarikan diri ke hutan-hutan dan Kabupaten Puncak Jaya. Sementara bayi dan anak-anak terpaksa digendong sambil berjalan kaki puluhan kilo meter dari dalam hutan untuk mencari perlindungan setelah wilayah mereka diserbu oleh aparat militer indonesia. Para lansia dan ibu-ibu hamil pun melarikan diri bersama warga lainnya sambil membawa alat-alat dapur untuk memasak ditengah hutan saat beristirahat.

‎Terkait dengan hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto dan aparat militer indonesia untuk hentikan operasi militer di pemukiman warga sipil bahkan di tempat-tempat pengungsian di Kabupaten Puncak yang mengakibatkan warga sipil yang sudah mengungsi di wilayah tersebut terpaksa mengungsi lagi ke hutan dan Kabupaten Puncak Jaya.

‎Kami menilai bahwa Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB seharusnya berlaku adil dan menjamin hak asasi manusia bagi para pengungsi di Papua. Bukan terus melakukan operasi dan serangan di tempat-tempat pengungsian lalu mengakibatkan warga terus berlari dari wilayah mereka yang sudah ditetapkan sebagai wilayah pengungsian. Jika perang melawan TPNPB maka silahkan datang langsung ke Markas TPNPB, bukan menjadikan warga sebagai pancingan lalu kami melakukan serangan balasan terhadap militer indonesia itu tidak adil dan melanggar hak asasi manusia bagi warga sipil.

‎Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Jumat, 6 Februari 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.

‎Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM. 

‎Jenderal Goliath Tabuni

‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM 

‎Letnan Jenderal Melkisedek Awom

‎Wakil Panglima TPNPB-OPM 

‎Mayor Jenderal Terianus Satto

‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM

‎Mayor Jenderal Lekkagak Telenggen

‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

Komentar