KAB. PUNCAK Papua DALAM KEADAAN DARURAT MILITER.
KAB. PUNCAK Papua DALAM KEADAAN DARURAT MILITER
Puncak, 20 April 2026
=========================================
Telah terjadi operasi militer di Kecamatan Kebru, Kabupaten Puncak, Papua, pada Senin dini hari, 14 April 2026 sekitar pukul 05.00 WIT. Kejadian ini berdampak langsung pada masyarakat sipil, termasuk warga yang sedang mengungsi.
Kronologi Singkat
Sebelumnya, wilayah konflik antara TPNPB dan aparat keamanan Indonesia (TNI/Polri) berada di Kecamatan Pogoma, yang lokasinya cukup jauh dari Kecamatan Kebru.
Pada 13 April 2026, sejak pagi hingga sore hari, terjadi operasi militer di Pogoma (Desa Guamo). Dalam operasi tersebut, dilaporkan ada empat helikopter yang menjatuhkan bom di area yang diduga sebagai markas TPNPB.
Akibat kejadian itu, warga sipil dari Pogoma melarikan diri dan mengungsi ke Distrik Kebru. Tempat ini sebelumnya dianggap sebagai zona aman bagi pengungsi.
Namun, pada 14 April 2026, operasi militer justru terjadi juga di Distrik Kebru, baik melalui udara maupun darat. Peristiwa ini menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan warga sipil.
Daftar Korban Sipil
Berikut nama-nama korban yang meninggal dunia:
1. Wundili Kogoya (36)
2. Kikungge Walia (55)
3. Pelen Kogoya (65)
4. Tigiagan Walia (76)
5. Ekimira Kogoya (47)
6. Daremet Telenggen (55)
7. Inikiwewo Walia (52)
8. Amer Walia (77)
9. Para Walia (5)
Data korban luka-luka dan tambahan korban lainnya masih terus dikumpulkan.
Situasi Saat Ini
Operasi militer dilaporkan masih berlangsung. Kondisi ini membuat masyarakat semakin takut, terutama warga yang sudah mengungsi di Distrik Kebru. Hingga saat ini, situasi belum kembali normal.
#save RAKYAT SISA-TERSISAmasyarakatpuncak
#saveorangpapua
#puncakdaruratmiliter
#papuadaruratmiliter







































Komentar
Posting Komentar
SY ISI