Militer Indonesia Tembak Lion Enumbi Hingga Kritis Dan Warga Sipil Di Puncak Jaya Mengungsi Saat Operasi Militer.
Militer Indonesia Tembak Lion Enumbi Hingga Kritis Dan Warga Sipil Di Puncak Jaya Mengungsi Saat Operasi Militer.
=================================
Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Senin, 20 April 2026
Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan dari PIS TPNPB dari Kabupaten Puncak Jaya bahwa pada hari Senin, 20 April 2026 sekitar jam 17.00 sore telah terjadi operasi militer Indonesia di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya yang mengakibatkan seorang warga sipil atas nama Lion Enumbi menjadi korban penembakan hingga kritis setelah ditembak dibagian dada korban. PIS TPNPB juga melaporkan bahwa bunyi penembakan terus terdengar sejak pukul 17.00 hingga menjelang malam yang mengakibatkan warga sipil di Kampung Pinapa, Kelembet, Bome dan kampung-kampung lainnya telah mengungsi keluar dari kampung-kampung mereka untuk mencari perlindungan ke Gereja dan sanak saudaranya serta lainnya melarikan diri ke hutan.
PIS TPNPB juga menambahkan bahwa operasi militer Indonesia terus dilakukan di pemukiman warga sipil yang mengakibatkan korban terus berjatuhan tanpa alasan dan sebab selama aparat memasuki kampung-kampung mereka lalu para korban dituduh sebagai anggota TPNPB untuk membenarkan perbuatan mereka.
Dalam hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto agar hentikan melakukan penembakan terhadap warga sipil di seluruh Tanah Papua dengan alasan apapun dan aksi penembakan terhadap Lion Enumbi di Kabupaten Puncak Jaya serta 12 warga sipil yang tewas di Kabupaten Puncak serta lainnya luka-luka dan di sejumlah kampung-kampung di Distrik Kembru yang belum diketahui seluruh korbannya adalah pelanggaran terhadap kemanusiaan dalam perang yang dilakukan oleh aparat militer Indonesia terhadap warga sipil di Puncak, Puncak Jaya dan di sejumlah wilayah konflik lainnya di Tanah Papua dan menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya segera bertanggung jawab atas seluruh korban yang tewas dan 107.039 warga sipil yang telah mengungsi akibat operasi militer dan konflik bersenjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan militer Indonesia di berbagai daerah di Tanah Papua.
Demikian Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Senin, 20 April 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.
Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.
Jenderal Goliath Tabuni
Panglima Tinggi TPNPB-OPM
Letnan Jenderal Melkisedek Awom
Wakil Panglima TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Terianus Satto
Kepala Staf Umum TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM



Komentar
Posting Komentar
SY ISI