Senin 27 April Lumpuhkan Kota Nabire, Mahasiswa Siap Antar Aspirasi Ke DPR-PT.
Senin 27 April Lumpuhkan Kota Nabire, Mahasiswa Siap Antar Aspirasi Ke DPR-PT
MEPAGA - Rentetan Senjata dan Aksi pembunuhan brutal oleh Tentara Militer Indonesia terus membantai terhadap rakyat sipil di Tanah Papua sejak 1962-2026.
Pada prinsipnya! Atas nama keamanan, visi-misi Prioritas utama aparat kemanan di Negara kesatuan Republik Indonesia NKRI merupakan melindungi dan mengayomi masyarakat, justru alat Negara yang di pakai melakukan melakukan aksi brutal hingga rakyat yang tidak bersalah jadi sasaran utama hingga tewas!
Aksi penembakan brutal terjadi seperti kasus Dogiyai lima warga sipil tertembak tewas 3 lainnya luka kritis pada 31-2 April 2026, dan kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Puncak Papua Tengah yang di kabarkan 10 Warga sipil tertembak tewas lainnya luka kritis hingga sejumlah warga yang tertembak di Sinak pemerintah dan lembaga independen direncanakan akan di evakuasi pada 14 April 2026.
Untuk itu, Mahasiswa Puncak Papua, Papua Tengah akan menuntut keadilan kepada keluarga korban serta ungkap serta adili pelaku pembunuhan warga sipil di Kabupaten puncak
Oleh sebab itu mahasiswa serukan serta mengimbau akan melakukan aksi demonstrasi dalam rangka tuntut keadilan untuk 10 nyawa sipil di Kampung kemburu, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak dengan 4 tuntutan utama.
Pertama, Usut tuntas penembakan 10 warga sipil di kemburu.
Dua, Tarik militer organik dan hentikan operasi militer di seluruh tanah Papua.
Tiga, Hentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap rakyat Papua.
Empat, Berikan ruang aman dan nyaman bagi rakyat Papua.
Senin 27 April 2026, Sasaran aksi:
Kantor DPRP Papua Tengah. Redaksi Mapega


Komentar
Posting Komentar
SY ISI