Kronologi dan Penyebab Utama.

Kronologi dan Penyebab Utama


Awal kejadian bermula dari masalah denda adat antara kelompok masyarakat suku Lanny dan suku Nayak yang belum selesai sejak tahun 2023–2024. Mediasi damai yang dilakukan tidak mencapai kesepakatan sehingga ketegangan terus terjadi.


Saat bentrokan pecah, banyak warga berlari dan melintasi jembatan gantung secara bersamaan, ada yang ingin menyerang dan ada juga yang berusaha menyelamatkan diri. Karena terlalu banyak orang berada di atas jembatan dalam waktu yang sama, tali sling jembatan tidak mampu menahan beban dan akhirnya putus.


Akibatnya, puluhan orang jatuh ke arus deras Kali Uwe. Hingga laporan terakhir Mei 2026, sebanyak 6 jenazah sudah ditemukan, sementara sekitar 32 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.


Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?


Dalam adat dan hukum di Papua, tanggung jawab biasanya dilihat dari beberapa pihak:


Pihak yang bertikai

Konflik antara kelompok Lanny dan Nayak dianggap menjadi penyebab utama terjadinya bentrokan. Pihak yang memicu kekerasan atau menolak perdamaian biasanya diminta bertanggung jawab secara adat.


Pemerintah daerah

Masyarakat berharap pemerintah provinsi dan kabupaten lebih aktif menyelesaikan konflik agar tidak terus berulang. Pemerintah juga dinilai bertanggung jawab terhadap kondisi dan kelayakan jembatan sebagai akses penting masyarakat.


Pihak keamanan

Aparat TNI–Polri juga diharapkan lebih cepat mencegah konflik agar bentrokan tidak meluas dan menimbulkan banyak korban jiwa.
 

Komentar