TRAGEDI JEMBATAN PUTUS KALI UWE: 28 WARGA HANYUT AKIBAT PERTIKAIAN SUKU DI WAMENA .
TRAGEDI JEMBATAN PUTUS KALI UWE: 28 WARGA HANYUT AKIBAT PERTIKAIAN SUKU DI WAMENA
=================================
WAMENA – Ketegangan antarsuku kembali pecah di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Pertikaian yang melibatkan kelompok masyarakat dari suku Lanny dan suku Nayak ini berujung tragis setelah sebuah jembatan gantung di atas Kali Uwe (Wouma) terputus saat massa sedang melintas, Rabu (6/5/2026).
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini bermula pada Rabu siang saat dilakukan upaya mediasi penyelesaian denda adat terkait konflik lama yang terjadi pada periode 2022-2023. Namun, proses perdamaian tersebut menemui jalan buntu. Pihak korban dari suku Lanny menyatakan tidak menerima nilai pembayaran denda yang dianggap tidak sesuai dengan tuntutan mereka.
Ketidakpuasan tersebut memicu aksi saling serang pada sore hari. Massa dari pihak suku Lanny dilaporkan melakukan penyerangan menuju wilayah suku Nayak.
Tragedi Jembatan Gantung
Puncak tragedi terjadi ketika massa dari suku Lanny berupaya melewati jembatan gantung di Kali Uwe untuk melakukan serangan. Di tengah situasi saling serang dengan pihak suku Nayak, jembatan gantung tersebut tiba-tiba terputus akibat tidak kuat menahan beban massa yang melintas secara bersamaan.
Akibatnya, puluhan orang terjatuh dan terhanyut derasnya arus Kali Uwe. Berdasarkan data sementara yang dihimpun:
• Total Korban Jiwa/Hilang: 38 orang.
• Korban Ditemukan: 6 jenazah (telah dievakuasi dan dimakamkan).
• Korban Hilang: 32 orang masih dalam proses pencarian.
Situasi Terkini
Hingga hari ini, Kamis (7/5/2026), suasana di sekitar lokasi kejadian masih mencekam namun dalam pemantauan pihak keamanan. Fokus utama saat ini adalah pencarian 32 korban yang masih hilang di sepanjang aliran Kali Uwe.
Pihak berwenang dan tokoh masyarakat terus mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri guna mencegah terjadinya konflik susulan, sembari memprioritaskan evakuasi para korban yang belum ditemukan. (Feky Tabuni ftmwsaos).



Komentar
Posting Komentar
SY ISI